Self Compassion: Regulasi Diri untuk Bangkit dari Kegagalan dalam Menghadapi Fase Quarter Life Crisis

Authors

  • Aida Nabila Psikologi Universitas Gadjah Mada

DOI:

https://doi.org/10.47399/jpi.v7i1.96

Abstract

Quarter Life Crisis yaitu krisis emosi berupa stress, depresi, merasa terisolasi, ragu dan takut akan masa depan dan terjadi pada individu yang berusia antara 18-30 tahun. Krisis tersebut terjadi akibat individu yang beranjak dewasa perlu menentukan pilihan hidupnya seperti pendidikan, pekerjaan, urusan finansial, dan menikah. Individu dapat lebih merasa tertekan bila membandingkan kehidupannya dengan gambaran kehidupan ideal dari lingkungan sosialnya. Self Compassion memiliki perbandingan yang lebih fleksibel dibandingkan self esteem. Strategi regulasi emosi tersebut terdiri dari self kindness, common humanity, dan mindfulness. Individu dapat menerima perasaan kecewa ketika mengalami kegagalan dan dapat melakukan hal baru untuk mengembangkan dirinya. Individu juga dapat menerima kekurangan pasangan dan lebih menyayangi pasangannya. Individu yang dekat dan percaya pada Tuhan lebih menyayangi dirinya dan mindfull terhadap stress yang dialaminya.
Kata kunci : Quarter Life Crisis, Self Esteem, Self Compassion, Kegagalan, Mindfullness

Downloads

Published

2021-08-09

Issue

Section

Non Empirical Research