Tazkiyatun Nafs dalam Menghadapi Distraksi Digital: Studi Kasus Mahasiswa Muslim

Main Article Content

Talita Nurul Iftitah
Hilman Taufiq Abdillah
Aceng Kosasih

Abstract

Distraksi digital merupakan tantangan serius bagi konsentrasi akademik dan kesehatan mental mahasiswa di era disrupsi teknologi. Intensitas keterhubungan digital yang tinggi sering kali melahirkan fenomena Fear of Missing Out (FoMO) yang berimplikasi pada melemahnya regulasi diri, spiritualitas, dan produktivitas akademik. Penelitian kualitatif ini bertujuan menganalisis implementasi konsep tazkiyatun nafs sebagai strategi menghadapi distraksi digital pada mahasiswa Muslim dengan merujuk pada perspektif QS. Asy-Syams [91]: 9–10. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap sepuluh mahasiswa Muslim yang mengalami gangguan akademik akibat penggunaan gawai berlebihan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distraksi digital berkontribusi terhadap degradasi kedisiplinan spiritual dan sikap menanti-nanti dalam hal akademik. Implementasi tazkiyatun nafs melalui tahap takhalli (pembersihan diri dari distraksi negatif) dan tahalli (penguatan aktivitas bermakna dan spiritual) terbukti meningkatkan regulasi diri, ketenangan batin, serta resiliensi digital mahasiswa. Nilai-nilai QS. Asy-Syams ayat 9–10 berperan sebagai fondasi spiritual dalam membangun kesadaran kritis mahasiswa agar tidak terjebak dalam ketergantungan semu terhadap teknologi digital.

Article Details

How to Cite
Iftitah, T. N. ., Abdillah, H. T. ., & Kosasih, A. . (2026). Tazkiyatun Nafs dalam Menghadapi Distraksi Digital: Studi Kasus Mahasiswa Muslim. Jurnal Psikologi Islam, 12(2), 54–61. https://doi.org/10.47399/jpi.v12i2.390
Section
Empirical Research

Most read articles by the same author(s)