Kematian menurut Islam wetu telu ditinjau dari perspektif psikologi Islam

  • Muh Amin Arqi Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada

Abstract

Kematian secara alami akan di hindari oleh manusia karena dianggap sebagai sesuatu yang menyakitkan atau tidak menyenangkan. Kematian sendiri dianggap sebagai tahap terakhir kehidupan di dunia. Kematian dalam Psikologi Islam merupakan proses berpisahnya nafs dengan tubuh. Menurut Islam Wetu Telu, kematian dianggap sebagai tahap untuk mencapai keluhuran sehingga upacara kematian atau Gawe Pati diperlukan untuk menjamin arwah orang yang sudah meninggal untuk mencapai keluhurannya. Ketika konsep kematian menurut Islam Wetu Telu ditinjau dari perspektif Psikologi Islam, makan dapat diketahui bahwa ketika nafs berpisah dengan tubuh, nafs akan tetap ada dan kembali ke alam keluhuran meskipun tubuh mengalami kehancuran.


Kata Kunci: Kematian, Psikologi Islam, nafs, Islam Wetu Telu, Gawe Pati.

Published
Jun 27, 2018
How to Cite
ARQI, Muh Amin. Kematian menurut Islam wetu telu ditinjau dari perspektif psikologi Islam. Jurnal Psikologi Islam, [S.l.], v. 5, n. 1, p. 37—44, june 2018. ISSN 2549-9297. Available at: <http://jpi.api-himpsi.org/index.php/jpi/article/view/57>. Date accessed: 16 oct. 2018.
Section
Non Empirical Research